Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Pengikut

My Playlist

Quien cocina aquí:

Foto Saya
HanumZ aii
Hanum adalah salah satu mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan Biologi di Kampus Putih, University of Muhammadiyah Malang. bersama teman-teman yang lain mencoba untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan selama menimba ilmu di sini.
Lihat profil lengkapku

Archivo del Blog

Configure your calendar archive widget - Edit archive widget - Flat List - Newest first - Choose any Month/Year Format

Rabu, 04 Januari 2012

KOMUNITAS (VEGETASI)

Kelompok 7 yang anggotanya terdiri dari Khaniviyah dan Purri Rahayu, dengan dimoderatori oleh Dias Rentika mempresentasikan makalah yang berjudul Komunitas (Vegetasi). Diawali dengan penyampaian materi oleh Purri Rahayu, kemudian dilanjutkan oleh Khaniviyah. Materinya kurang lebih seperti berikut ini.
Komunitas secara umum adalah kumpulan populasi makhluk hidup yang saling berinteraksi dan tinggal di suatu habitat. Ada beberapa konsep dasar dalam komunitas, yaitu:
a.       Formasi tumbuhan, merupakan hasil makroklimat dan ini dikendalikan dan ditentukan batasnya oleh iklim saja.
b.      Assosiasi, merupakan vegetasi regional, dalam formasi ini merupakan klimaks sub iklim dalam formasi umum.
c.       Ekotone, merupakan peralihan antara dua atau lebih komunitas yang berbeda.
Dalam komunitas terdapat 4 macam interaksi, yaitu:
·         Interaksi antar organisme, contohnya parasitisme, komensalisme, mutualisme, dan lain-lain.
·         Interaksi antar populasi, contohnya alelopati, kompetisi, dan lain-lain.
·         Interaksi antar komunitas, contohnya komunitas sungai dan komunitas sawah.
·         Interaksi antar komponen biotik dan abiotok., contohnya tumbuhan yang membutuhkan cahaya matahari dalam proses fotosintetik untuk mempertahankan hidupnya.
Karakteristik komunitas dalam tumbuhan antara lain, parameter komunitas yang bersifat kuantitatif, seperti kekayaan spesies, keaneragaman spesies, dan kelimpahan. Parameter yang bersifat kualitatif, seperti tingkatan trofik, bentuk, dan karakter hidup. Keanekaragaman ada tiga macam, yaitu kelimpahan relatif, struktur trofik, dan bentuk dan karakter hidup.
Struktur komunitas adalah suatu deskripsi atau pertelaan tentang masyarakat tumbuhan yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi lingkungan dan distribusi nutrien di habitatnya. Komposisi vegetasi adalah daftar jenis-jenis tumbuhan yang ada dalam suatu komunitas di suatu daerah. Dua pandangan komposisi komunitas yang berlawanan, yaitu pandangan individualisme dan pandangan organisme. Parameter vegetasi yang umum diukur yaitu dengan :
1. Densitas (kerapatan),
2. Dominansi,
3. Frekuensi (kekerapan),
4. Indeks Nilai Penting (INP).

Secara keseluruhan, penyampaian materi yang dilakukan oleh Purri dan Khaniviyah sangatlah menarik untuk diperhatikan. Hanya saja, dalam menyampaiakan materi mereka seperti kurang memahami apa yang mereka sampaikan. Mereka hanya membaca materi yang ada di power point atau di makalah, tanpa ada penjelasan lain yang lebih rinci. Semoga untuk pemateri berikutnya yang akan presentasi lebih baik dari yang sekarang.

Setelah penyampaian materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan materi yang kurang dimengerti. Pertanyaan pertama dari Alib Suryaningsih yang meminta penjelasan lebih lanjut mengenai ppandangan komposisi komunitas yang berlawanan yang terdiri dari pandangan organisme dan pandangan individualisme. Menurut Purri dari sumber yang didapat, pandangan organisme adalah suatu komunitas yang dianggap sebagai super, bahwa tumbuhan dianggap mampu melakukan reproduksi secara fungsional. Sedangkan pandangan individualisme yang dikembangkan oleh seorang ahli menekankan bahwa suatu komunitas tidak perlu mencapai suatu komposisi yang seharusnya. Jawaban yang disampaikan oleh Purri masih membuat bingung, jadi audience meminta poin-poin atau contohnya saja yang singkat. Menurut Khaniviyah, intinya itu pandangan organisme menekankan hanya pada komunitas saja, sedangkan pada pandangan individualisme lebih menekankan hanya pada spesiesnya saja.
Pertanyaan kedua dari Layli Hijri, yang masih membingungkan hal-hal apasaja yang mendasari sehingga adanya 2 pandangan komposisi komunitas yang saling berlawanan. Menurut Khaniviyah, hal tersebut dapat terjadi karena banyaknya tanggapan setiap spesies terhadap kondisi fisika, kimia, maupun biotik. Jawaban lainnya yang diberikan bisa juga terhadap spesies dan komunitas sehingga timbul kedua pandangan tersebut. Layli masih bingung dengan kondisi fisika dan kimia yang sebelumnya disampaikan oleh Khaniviyah. Akan tetapi Purri dan Khaniviyah belum bisa menjawabnya. Sampai berakhirnya waktu presentasi.
Dalam menjawab menyampaikan materi diawal presentasi maupun dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh audience, mereka terkesan kurang mendalami atau menguasai. Mereka juga seperti main-main kurang serius dalam menyampaikan materi. Jadi, para audience pun juga kurang bersemangat dalam memberikan pertanyaan maupun tanggapan. Diharapkan untuk kelompok ini pada presentasi berikutnya untuk lebih baik dan lebih memahami materi yang disampaikan, agar mereka di depan juga lebih dihargai.

0 komentar:

Posting Komentar

 
 

Diseñado por: Compartidísimo
Scrapping elementos: Deliciouscraps©